KISAH NYATA....!!!!
Kisah nyata tentang hidupku selama 11 tahun untuk menghadapi penyakit BOCOR JANTUNG.
Hai, kenalkan namaku nensi susanti tarigan. Aku seorang anak yg mengginap penyakit jantung bocor. Jantung bocor ini aku alami pas umur 1 tahun. Semejak umur 7 tahun aku suka sekali sakit sakit. Asalkan saya lari lari atau main main pasti rasanya saya langsung batuk-batuk dan keringat dingin. Malam harinya saya langsung demam sampai 1 minggu. Di umur 7 tahun saya tidak merasakan apa apa. Pas di umur 10 tahun di situlah saya mulai sakit sakitan. Pas saya lagi demam orang tua saya langsung bawa saya kerumah sakit Otorita Batam pas saya cek di rumah sakit saya cek tenggorokan saya di THT. Pas dokter THT Tanya katanya saluran nafas saya sedikit berasa aneh. Dokter THT suruh saya cek ke ruang dokter Bedah Jantung. Dari situ papa saya langsung mendaftarkan ulang lagi untuk cek jantung saya. 30 menit kemudian nama saya di panggil oleh suster. Dari situlah saya langsung di suruh baring di tempat tidur. Dokter bedah jantung langsung cek jantung saya. Selesai di cek dokter kasih hasilnya kepada orangtua saya. Dokter menjelaskan semua keadaan jantung aku kepada orangtua ku. Orang tuaku tidak percaya kalau saya terkena penyakit jantung bocor. Ternyata jantung bocor itu udah lama aku alami dari kecil. Kemukinan besar dokter mencek lagi jantungku yang ke dua kalinya lagi. Dokter langsung membawa aku ke labor pemeriksaan jantung. Di situ aku di suruh berbaring lagi. Dokter mencoba cek kedua kalinya jantung aku. Dokter bedah jantung langsung menunjukkan keadaan jantungku melewati computer cek jantung. Di situ papa aku tidak percaya kalau aku kena penyakit jantung. 2 hari kemudian papa aku cek jantungku ke Rumah sakit Awal Bros ternyata hasilnya sama dengan kayak di rumah sakit Otorita Batam juga. 1 bulan kemudian papa aku ajak aku ke luar kota batam untuk mencek jantung aku yang ke tiga kalinya. Ternyata pas di cek di Jakarta rumah sakit Harapan Kita hasilnya sama juga kalau aku kena jantung bocor. Papa aku tetap tidak percaya lagi sama hasil yang ketiga. Sesampai kami di batam papa aku mencoba merenungkan semuanya tentang hasil yg ketiga itu. 4 hari kemudian papaku mencoba cek jantungku yang ke empat kalinya lagi. Pas sampai di rumah sakit Budi Kemulian aku di cek kembali untuk melihat hasil jantungku. Ternyata hasil yang ke empat ini tetap sama aja hasilnya kalau aku kena jantung bocor.
Setalah aku umur 11 tahun papaku mencoba cek ulang lagi ke Rumah Sakit Otorita Batam untuk melihat
keadaan hasil jantungku. Dari situ dokter langsung memberi tau kalau aku memang terkena penyakit jantung bocor.
Ternyata pas dokter cerita aku di suruh keluar bentar sama dokter. Papa, mama dan dokter lagi membahas tentang
jantungku yang bocor. Aku tidak segaja mendengar obrolan orang tuaku dengan dokter. Kata dokter aku tidak ada
harapan lagi. Dokter tidak menjelaskan berapa persen keadaan aku. Kata dokter kalau aku mau sembuh aku harus
cepat cepat di operasi. Kalau aku lama di operasi takutnya darah kotorku dan darah bersihku tergabung dalam
tubuhku. Pas aku mendengar kalau aku tidak ada harapan lagi. hatiku terasa sakit. Dari situlah aku mencoba bertahankan
sakit jantung aku. 2 bulan kemudian aku di suruh banyak istirahat sama orang tuaku dan aku di larang main lari larian
sama teman aku. Bulan mei aku cek ulang lagi ke rumah sakit untuk melihat keadaan jantungku. Asal cek jantung aku selalu
bilang kalau aku tidak berasa apa apa tentang keluhan jantungku. Setelah 2 minggu dokter mengutus aku untuk operasi ke
Jakarta. 2 hari kemudian aku berangkat untuk meninggalkan batam. Di Jakarta aku berobat untuk menyembuhkan jantung bocorku.
1 hari kemudian aku dan orang tuaku berangkat ke rumah Sakit Harapan Kita. Setelah sampai di rumah sakit ternyata jadwal
operasi aku di undur 1 minggu lagi karna ada jadwal operasiku dan pasien yang menginap jantung juga mau di operasi juga.
Gara gara hari dan waktu jamnya sama jdi aku di undurkan 1 minggu lagi. Setelah satu minggu aku kembali lagi ke Jakarta
untuk menjalani operasi jantung bocorku. Dokter mencoba cek lagi keadaan jantungku. Dari situ dokter langsung binggung
melihat kuku tanganku. Dokter popi langsung memanggil dokter dicky untuk mencek tangan aku. Dokter dicky sempat juga
binggung kenapa kuku-ku tidak berwarna biru kehitaman dan bengkak. Malah yang ada kuku ku yang berwarna normal. Dari
situlah dokter kiki mencoba mencari tau kenapa kuku-ku tidak pucat. Sedangkan anak yang lain , yg mengginap penyakit jantung
kuku-kunya pucat dan bengkak. 1 hari kemudian aku cek darah dan siangnya jam 13:00 wib aku akan mulai operasi. Ternyata
di bawahku ada juga yg mau operasi jantung juga. Setelah jam 12:00 tiba-tiba mati lampu ternyata anak yang pertama di operasi
tidak selamat. Jam 12:30 anak yang di operasi yg pertama itu telah meninggal. Tidak tau kenapa aku langsung ketakutan untuk
menghadapi oparasi jantungku. 1 hari kemudian jam 14:00 aku mulai mempersiapkan diri untuk di operasi. Aku di suruh suster
sebelum operasi aku harus mandi betahdin dulu dan berpuasa. Jam 15:00 aku langsung di antar ke lantai 7 untuk di operasi jantung.
Sesampai di lantai 7 aku langsung di doakan oleh orang tuaku , sebagiannya kakak sepupuku tercinta, keluarga mama dan papa aku yang memberi semangat kepada aku dan orang tuaku dan orang gereja GBI ALFA OMEGA juga menggikuti mendoakan aku. Mereka berdoa di tempat daerah masing masing. Setelah 15 menit kemudian aku langsung menggucap kata kata firman tuhan yang aku hafal. Setelah di bius dokter langsung suruh aku berdoa supaya aku selamat saat di operasi jantung. Setelah satu jam setengah akhirnya jantungku udah di tambel dengan balon khusus untuk jantung. 1 jam kemudian aku sadar dari biusku. Setelah aku sadar dokter dicky melihat kedaan jantung aku yang sudah di operasi. Dokter dicky mencek lagi keadaan kuku-ku. Ternyata dokter dicky kaget karna dia baru kali ini mendapatkan pasien yg kuku-kunya normal. Biasanya dokter dicky selalu mendapat pasien yg kuku-kunya bengkak dan pucat. Besok harinya aku di pindahi dari kamar. Aku di pindahi kekamar yang khusus. Di situ aku mendapatkan kenalan yang kayak aku yang kena jantung juga. Ternyata aku liat seorang anak SMA tapi dia asli orang pekan baru. Ternyata abang ini udah lama kena jantung . tapi abang ini lebih parah dari aku. Abang ini kena penyakit penjempitan jantung. Ternyata abang ini udah 3 kali operasi jantung. Ke esokan harinya aku di pindahi lagi ke lantai enam tempat kamarku berada. Aku di tarok di ruangan mawar kamar nomor 107 . 3 minggu kemudian aku cek jantung aku lagi ke labor. Ternyata hasilnya jantungku udah normal. Pas dokter popi cek lagi katanya aku masih ada cairan di dalam tubuhku. Dokter popi memberi aku obat untuk mencegah cairan pekas operasiku. 2 minggu kemudian aku coba cek lagi ke labor ternyata hasilnya udah tidak ada lagi cairan di tubuhku. Kata dokter popi 1 minggu lagi baru aku boleh pulang. Akhirnya setelah 1 minggu aku di suruh rawat jalan dan rutin cek jantung aku yg udh di operasi. Dokter popi memberikan pantangan yang tidak baik aku makan selama jantungku merasa aman. 5 hari kemudian aku sudah di izinkan pulang kebatam sama dokter popi. Dokter popi menggurus surat pindahku ke batam supaya aku rawat jalan di batam. Jam 11:30 aku dan keluarga akhirnya balik kebatam. masalah biaya jangan di Tanya. Pokoknya aku udh sembuh. Masalah biaya operasi tuhan yg akan mebayarkannya.
Ini lah kisah nyata aku selama aku menghadapi sakit jantungku yang udh lama aku rasakan dan akhirnya puji tuhan jantungku tidak suka kambuh lagi. Ini semua berkat bapa sorgawi. Yang udh menolong aku.
TAMAT